Melupakan Yang Terpenting

Seorang guru menguji muridnya ilmu hitung. “Cobalah menghitung.”

Sang murid dengan bangga menghitung, “Empat, lima, enam…. seratus…. seribu….” dan seterusnya sampai bilangan yang sangat besar.

Orang-orang terkesan kepada kesungguhan dan kepandaiannya, tetapi gurunya tetap mengujinya berhitung setiap kali ia datang.

Ya, orang itu melupakan bilangan-bilangan awal. Satu, dua, tiga.

Meskipun ia bisa menghitung sampai milyaran atau bahkan yang jauh lebih besar lagi, gurunya tetap menganggap pencapaiannya belum cukup.

Amin, jangan lupa dengan yang terpenting meskipun sedang mengejar banyak hal-hal penting ya?

5 tanggapan untuk “Melupakan Yang Terpenting”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s