Sepetak Lahan

Allah menciptakan kita kemudian memberi sepetak lahan. Dalam lahan itu kita bebas menanam, memetik, mencangkul, menggali, mengudara atau melakukan apa pun. Lahan itu bernama MUBAH/HALAL. Meski hanya sepetak, luasnya tidak terkira sehingga andai manusia terkaya berusaha menikmati semua yang ada di area mubah/halal itu, niscaya usianya habis sebelum semua dicicipinya.

Di pinggir-pinggir lahan dipasang pagar bernama HARAM. Sedikit ke tengah dipasang pula pengaman-pengaman lembut bernama MAKRUH. Allah melarang kita melanggar pagar haram dan menganjurkan kita tidak bermain terlalu banyak di area makruh. Tujuannya untuk menjaga manusia dan kemanusiaan itu sendiri. Beberapa larangan dijelaskan dengan alasan yang mudah dimengerti, beberapa lainnya sulit dinalar. Tepatnya, sulit dinalar oleh logika manusia zaman sekarang. Pada masa lalu atau masa mendatang penjelasan larangan itu mungkin lebih mudah diterima logika karena pengetahuan selalu berkembang dan kebiasaan masyarakat berubah-ubah.

Di dalam lahan, manusia dilatih untuk menjalankan perintah WAJIB dan SUNNAH. Kebanyakan orang merasa bahwa perintah ini memberatkan. Padahal selalu terbukti bahwa orang-orang yang taat hidup dengan efektif dan bahagia sebaliknya orang-orang yang membangkang menemui kegagalan dan kesulitan. Sebagian pembangkang senang memainkan logika dan bersilat lidah untuk membela pembangkangannya (dan mengajak orang lain membangkang bersamanya). Meski gaya bicara mereka tampak smart, siapa pun mengikutinya sebentar kemudian akan merasa bahwa pembicaraan mereka tidak pernah menghasilkan solusi nyata. Semua diskusi hanya menghasilkan masalah baru yang membuat mereka semakin kebingungan berputar dari satu masalah ke masalah lainnya. (Bandingkan: orang-orang taat melangkah dari satu solusi ke solusi berikutnya sementara para pembangkang berputar-putar dari satu masalah ke masalah lainnya).

Yah sayang waktunya habis padahal masih pengen nulis banyak. Mudah-mudahan tidak mengecewakan pembaca. Mari kita saling bantu menyuburkan lahan yang diberikan, sambil saling cegah dari pagar berduri meski dihias dengan warna-warni menawan.

Jangan lupa tinggalkan komen ya? Komen atau pertanyaan Anda menambah wawasan kita semua.

Love you,
fii sabiilillaah…🙂

Satu tanggapan untuk “Sepetak Lahan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s