Percayakah Anda Bahwa Doa Anda Akan Terkabul?

Tidak semua orang berdoa dengan keyakinan penuh bahwa doanya akan terkabul. Padahal salah satu ayat yang ces-pleng (=super mujarab; sekali minum langsung sembuh) adalah: ud’uunii astajib lakum, mintalah kepadaKu, pasti akan Aku kabulkan..

Suatu malam* aku iseng-iseng nelpon ke sebuah restoran layan antar. Kuberitahu alamat rumahku. Sebuah alamat yang tidak mudah ditemukan karena di gang sempit sebuah kampung (bukan dalam sebuah kompleks perumahan).

Aku sudah menduga bahwa kemungkinannya adalah: satu jam kemudian restoran itu akan menelepon untuk meminta maaf: “Maaf Pa, alamat tidak ditemukan sehingga dsb-dst-dll….”

Tetapi dugaanku meleset. Sekitar lima belas menit kemudian, pesananku datang diantar seorang pengantar yang ramah dan murah senyum.

Wah!

Aku jadi percaya penuh kepada resto waralaba yang mengutamakan pelayanan ini.

Dan alhamdulillaah kemudian aku ingat ayat ini (ud’uunii astajib lakum)

Seharusnya aku yakin kepada pengabulan doa, minimal sama seperti keyakinanku bahwa menu pesananku PASTI akan sampai kepadaku.
Mungkin sih doaku belum terkabul, tetapi aku tidak boleh ragu. Mungkin hanya terhambat jalannya, dan bisa jadi juga hambatannya dariku sendiri.

Alhamdulillaah, pengalaman singkat ini membuatku bertambah tenang dan tawakkal

(tentu saja artinya bertambah tawakkal dibanding ketawakkalanku sebelumnya, kalau dibandingkan dengan orang lain sih mungkin belum ada apa-apanya hehe…. tapi aku bersyukur sekali dengan rasa hati yang menjadi tenteram ini….)

============================================

*Kejadian sekitar tahun 2008 dan pernah ditulis di blog http://didisederhana.multiply.com/journal/item/14/Anda-Pesan-Kami-Antar.

7 tanggapan untuk “Percayakah Anda Bahwa Doa Anda Akan Terkabul?”

  1. Seringnya sih tidak terlalu percaya/berharap karena takut sakit hati ketika harapan tidak sesuai kenyataan (padahal yang bisa ngabulin doa kan cuman Satu ya..?)

    Atau tidak sabar ketika doa itu ditunda, atau lagi, tidak mau kalau doa itu diganti (padahal yang paling tau yang terbaik untuk kita kan cuman Satu ya pak..?)

    namanya juga manusia…==a

    1. Berdoa tanpa kesungguhan itu namanya lalai, kesungguhan tanpa keyakinan itu tidak mungkin ya Akh?
      Yang patut disayangkan: sebagian orang baru bisa ‘yakin’ kalau udah ada perantaranya. Entah makam keramat, entah benda keramat, entah doanya di Kramat. Huft…

    1. Mungkin juga ditunda Akh Pineapples… atau dibelokkan kepada yang lebih efektif.

      Yang jelas, kalau kita ‘yakin’ doa kita terkabul, iman kita insya Allah dalam kondisi baik. Terlepas dari fenomena pengabulan doanya seketika, di alam berikutnya, dalam bentuk yang diminta maupun dalam bentuk yang berbeda🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s