Memaafkan Meski Metro TV Menyangkal Telah Menuding Rohis Sebagai Teroris

Mengatakan bahwa ekstra kurikuler di masjid sekolah tidak identik dengan Rohis sama seperti mengatakan bahwa manusia berzakar tidak identik dengan pria.

Saya mengapresiasi permintaan maaf dari Metro TV yang pada saat saya akses situsnya, membuat pernyataan maaf seperti berikut:

Metro TV telah meminta maaf tetapi sambil mengatakan bahwa mereka tidak pernah menyebut istilah Rohis.

Sebenarnya agak kurang puas melihat Metro TV meminta maaf sambil berkilah bahwa mereka tidak pernah menyebut Rohis. Lha kalau ‘ekstra kurikuler di masjid sekolah’ tidak sama dengan Rohis, lalu apa arti Rohis?

Saya pernah kuliah di kampus yang tidak memakai istilah Rohis. Nama kampusnya STAN, terletak di Bintaro, keluar sedikit dari Jakarta Selatan. Para aktivis dakwah di kampus tersebut mempergunakan istilah MBM yang mengacu pada nama masjid kampus: Masjid Baitul Maal. Meskipun demikian, jika ada yang bertanya, “Rohis kampus STAN dimana?” maka kami akan segera menunjuk kepada para aktivis MBM tersebut tanpa berkilah, “Di sini tidak ada Rohis…”

Mengatakan bahwa ekstra kurikuler di masjid sekolah tidak identik dengan Rohis adalah diplomasi yang terlalu mengada-ada. Ngeyel, istilah kerennya. Tetapi Metro TV telah meminta maaf dan, puas atau tidak puas, para aktivis dakwah harus memaafkan. Beberapa poin berikut mungkin bisa menjadi agenda yang harus segera dilakukan:

– Memperbaiki persepsi masyarakat tentang Rohis yang sudah dirusak Metro TV. Beberapa teman menceritakan munculnya larangan orang tua kepada anaknya untuk aktif di Rohis (tentu saja Rohisnya di masjid sekolah), ada juga sekolah yang termakan isu dan langsung membatasi kegiatan Rohis. Para aktivis dakwah harus memberi penjelasan yang memuaskan bahwa Rohis adalah aktivitas positif. Apabila diperlukan, permintaan maaf Metro TV bisa dipergunakan untuk membuktikan bahwa tudingan itu tidak benar.

– Menggiatkan dakwah di media massa agar media massa mendukung Islam atau minimal tidak melukai pemeluk agama Islam. Ketika dakwah Rasulullah saw masih lemah di Makkah, beliau juga gencar mendakwahi tokoh-tokoh Makkah. Maksud saya, kalau belum sanggup bikin media massa sendiri ya jangan putus asa untuk mewarnai media yang ada.

– Mengambil ibrah dari kejadian ini: bahwa bahkan televisi sekelas Metro TV yang saya sukai acara Quraish Shihab dan Kick Andy-nya, masih juga dikuasai manajeman plintat-plintut, memutar-mutar lidah untuk membenarkan diri sendiri. Sudah jelas menuding ekstra kurikuler di masjid sekolah tapi menyangkal telah menuding Rohis. Sudah jelas tudingannya melukai hati banyak orang tapi malah berkilah seakan-akan sedang berdebat ala pengacara yang sedang membela politisi korup.

Yang jelas saya berterima kasih kepada KPI yang telah merespon dengan cepat, kepada Metro TV yang mau minta maaf, dan terutama kepada para aktivis yang telah merespon tudingan ekstrakurikuler masjid ini secara antusias.

Segala sesuatu ada hikmahnya, orang bijak harus mengambil pelajaran dari kesalahan-kesalahan baik kesalahan sendiri maupun kesalahan orang lain.

Khusus kepada ‘mantan aktivis ekstrakurikuler sekolah’ yang telah luntur oleh realita kerja dan hedonisme, ayo kita kembali menggiatkan dakwah. Dakwah tetap membutuhkan kita meski kita sudah lulus dari sekolah yang salah satu media pembangunan karakternya melalui ekstrakurikuler di masjid.

NB: Tudingan Metro TV kepada ekstrakurikuler di masjid sekolah ada di artikel sebelumnya: Rohis Bukan Teroris, Metro TV

3 tanggapan untuk “Memaafkan Meski Metro TV Menyangkal Telah Menuding Rohis Sebagai Teroris”

    1. Monggo. Kok Islamedia Pak? Kalau maksudnya Islamedia mau muat di opini, pasti boleh banget (saya tersanjung)

      Tapi kalau maksudnya saya mengcopy opini dari Islamedia tanpa izin, mungkin ada salah faham. Karena opini ini murni dari saya tanpa membaca sumber lain saat itu .

      Mohon diperjelas🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s