Sekilas Perayaan Tahun Baru

Orang-orang ramai menyambut tahun baru. Ada yang untuk kepentingan politik, finansial, banyak juga yang sekedar ikut-ikutan. Mumpung hampir semua orang merayakan, yuk ikut ramai-ramai…. begitu mungkin pikiran yang asal ikut.

Saya ingin ikut membahas tahun baru, tetapi tentu saja dilihat dari sudut picik yang saya pahami.

1. Menetapkan tanggal tertentu untuk suatu acara bisa jatuh ke mubah(boleh), bisa juga haram bahkan syirik. Yang mubah misalnya menetapkan tanggal pernikahan, tanggal syukuran dsb secara netral. Yang haram misalnya mengikuti tradisi orang kafir, memperingati kelahiran tuhan, dewa, dsb. Yang syirik misalnya karena diikuti kepercayaan tertentu, semacam nujuh hari, mencari hari baik, menghindari hari sial dsb.

Peringatan tahun baru bisa termasuk tradisi kafir. Karena itu hukum paling rendahnya adalah makruh kalau tidak sampai ke haram.

2. Pesta. Dalam Islam, pesta adalah hal yang mubah. Yang penting tidak ada unsur mubadzir, kedzaliman dan dosa. Bahkan sangat baik jika orang sering mengadakan pesta (jamuan makan) dengan mengundang sebanyak mungkin fakir miskin.

3. Kalau kita harus terlibat dalam acara tahun baru, saya punya beberapa pandangan:

a. Kalau kita adalah pihak yang bebas, sebaiknya tidur saja di rumah. Jangan ikut-ikutan apalagi menjadi pemrakarsa.

b. Kalau kita harus ikut, misalnya karena alasan profesi, pertemanan dll, coba menghindar. Kalau tidak bisa menghindar, ikuti tetapi secara pasif. Just socialize. Tidak perlu aktif unjuk kebolehan. Masih banyak kok forum lain untuk unjuk gigi, unjuk kinerja, unjuk aneka lainnya, selain acara tahun baru.

c. Kalau kita ditunjuk jadi event organizer, cobalah membuat acara tahun baru yang Islami. Artinya meski memakai momen tahun baru sebenarnya tidak boleh, kita berusaha membelokkan isinya agar lebih Islami. Para wali dulu berdakwah dengan cara begitu. Ikuti casingnya tapi ubah isinya. Don’t judge the tradition by its cover, mungkin begitu.

4. Semua pandangan diatas adalah pandangan picik saya yang bisa segera berubah, misalnya karena ada fatwa MUI atau fatwa ulama lain yang sah bahwa perayaan tahun baru adalah mubah. Saya akan segera merujuk pendapat ulama tersebut.

5. Terkait dengan banyaknya perayaan tahun baru bahkan di negeri-negeri Arab, menurut saya itu tidak menjadi dalil bahwa perayaan tersebut adalah benar/boleh. Pada masa Rasulullaah saw berdakwah, kebanyakan orang arab adalah penghamba nafsu. Jadi jangan samakan Islam dengan Arab dan bedakan syariah dengan tradisi di masyarakat.

6. Tetap menganjurkan sikap moderat kepada semua orang. Akhir zaman adalam masanya fitnah. Sikap keras apalagi ekstrem hanya akan memperkeruh suasana.

Alhamdulillaah, pendapat picik ini selesai juga ditulis. Syukran priyayimuslim yang sudah komen duluan🙂

*pertama diposting 1 Jan 2013, diedit 30 Des 2013.

24 tanggapan untuk “Sekilas Perayaan Tahun Baru”

        1. Disinilah perlunya dakwah transparan: sambil memanfaatkan acara, sambil dijelaskan bahwa acara semacam itu sebenarnya tidak Islami dan pada masa mendatang alangkah baiknya jika dihilangkan saja. Teorinya gampang Akh. Prakteknya… ya memang semua dakwah dibikin susah oleh Allah. Agar jelas siapa yang berjuang dan siapa yang tidak🙂

          1. Bid’ah itu kan ibadah yang diada-adakan. Jadi kalau tahun baruannya diisi ibadah dan dikesankan seolah akan menjadi ritual, berarti bid’ah sejak awalnya.

            Kalau tahun baruannya cuman begadang berarti bukan bid’ah melainkan tasyabbuh, melakukan aktivitas duniawi yang ikut-ikutan tradisi orang kafir.

      1. iya tadz..
        suka yang muda-muda #ups

        karena banyak hal ada di dalam sebuah kegiatan. menolak begitu saja mungkin tidak bijaksana. mengikuti tanpa arahan sama tidak bijaksananya. memang perlu modifikasi, seperti dakwah para wali😀

      1. blog lama, tapi baru dimanfaatkan
        selama ini di multiply tapi baru migrasi ke blogspot.
        penginnya sih dibuat beda, tapi sementara ini jadi blog yang satu sama lain jadi cermin satu sama lain dulu lah😀

    1. Sama-sama Akh Tedy.
      Oh ya, satu lagi untuk pesta tahun baru adalah kesia-siaan. Kecuali bagi para pedagang petasan, kembang api dan pengelola bisnis mubadzir, acara tahun baru adalah acara yang sia-sia.
      Syukran tambahannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s