Belajar yang Memadai

Sebenarnya bagaimana sih cara belajar di negeri ini?

Kalau memang pembelajaran itu tanggung jawab orang tua dan masyarakat, mengapa anak-anak harus sekolah jauh dari rumah?

Kalau pembelajaran terbaik ada dalam kehidupan, mengapa kehidupan tidak bisa memberi ijazah?

Kalau pembelajaran adalah materi seumur hidup, mengapa harus ada pendidikan dasar menengah dan tinggi yang begitu kaku dan sempat membuat kekhawatiran?

Kalau pencerdasan adalah amanah, mengapa tiba-tiba terlihat komersiil?

Kalau pendidikan yang baik harus mahal, bagaimana dengan orang-orang miskin?
Kalau orang miskin harus bersaing dengan orang kaya dalam memperoleh pendidikan berkualitas, lalu apa peran negara?

Sebenarnya apa itu belajar, apa itu pendidikan, apa itu cerdas?

Mengapa ilmu harus dikaitkan dengan menjadi buruh? Mengapa puncak sukses belajar diukur dari posisi lulusannya di berbagai perusahaan?

Tiba-tiba saja menjadi bingung. Ketika seorang anakku minta homeschooling.

Abi sangat mendukung, tapi mencari sumber dan caranya seperti meraba-raba dalam gelap.

Apakah homeschooling anak haram pendidikan?

Duh Gusti….

5 tanggapan untuk “Belajar yang Memadai”

    1. Intinya adalah: apakah homeschooling merupakan kemurahan hati negara terhadap siswa2 yang berpotensi tetapi tidak mau sekolah? (kan semua orang, meski tidak sekolah, potensial untuk membangun negeri?). Jawaban yang diharapkan: ya, memang. Karena itulah sistem homeschooling dirancang mudah, murah dan bisa diikuti siapa saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s