Pengantar Sirah

Setelah beberapa lama di pelosok Sumatera, tiba-tiba mendapat undangan luar biasa dari ibu-ibu di sebuah area pinggiran ibukota (baca: Jurangmangu). Bisa ngisi kajian Sirah Nabawiyah, Pak? sms seorang ibu yang juga wanita karir, senior saya sewaktu masih kuliah dan ngantor di Jakarta dulu.

“Wah insya Allah bisa,” jawab yunior yang mana mungkin berani melawan seniornya sendiri.

“Sebulan sekali ya Pak?” pendek kata deal deh acara pengajian sebulan sekali itu. Oh ya, saya sebut acara ini luar biasa soalnya ini ibu-ibu di pinggiran ibukota pada malem Minggu malah pada berkumpul untuk mengaji sementara di daerah-daerah saja malem Minggu pada sibuk mengisi absensi di mal-mal. Subhaanallaah….

Maka tersampaikanlah sebuah pengantar sirah yang santai dan obrolis (lebih santai dari dialogis) sebagai berikut:

Apakah pembahasan sirah cukup menarik?

Kenyataannya, manusia selalu suka cerita. 21 dan XXI tidak pernah kekurangan pengunjung, orang-orang dulu yang katanya bijak dan tidak metropolis demen banget sama wayang, dan jangan lupa: sinetron tidak pernah kehilangan rating meskipun adegannya ya itu-itu saja: mata mendelik-delik, jalan bengong ketabrak mobil, plakk… pipi si protagonis digampar atau anak-anak SD yang patah hati.

Jadi, cerita itu pasti menarik. Kalau ibuk-ibuk susah mengobrol dengan anaknya, cobalah untuk bercerita. Story telling untuk bikin orang jadi eling, dan itu pasti akan menarik.

Apakah membahas sirah ini cukup penting?

Hohohooo…. tentu saja penting. Bagaimana tidak penting kalau tadi saja Ibu Yuyun di pembukaan baca Surat Yunus, yang berarti Nabi Yunus. Yang dibaca ayat 74 – 82 yang isinya tentang kisah Nabi Musa as. Tuh kan… Al Quran yang isinya peraturan hidup lengkap saja dipadati oleh muatan-muatan cerita. Berarti sangat penting.

Kalau kita sampai hidup dalam nuansa yang jauh dari kisah para Nabi dan sirah Nabawiyah, berarti kita jauh dari 1/3 Al Quran. Karena Al Quran isinya bisa dibagi tiga: Aqidah (keyakinan/prinsip-prinsip), Syariah (peraturan, dari cara ibadah sampai hukum pidana dan tata cara bermasyarakat) serta kisah-kisah.

Eh, ada kerjaan dateng. Ngeblognya disambung nanti ya? Kerja dulu….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s