Kapan Kembali ke Jalan Allah?

Jalan Allah itu lurus sehingga siapa pun bisa segera melihatnya sebagai jalan lurus. Sesekali setan mungkin bisa menggelincirkan, dengan mendorong nafsu yang tabiatnya menggelora, sehingga jalan lurus itu tampak terjal, berbatu atau ditutup aral. Lalu kita memilih jalan lain yang tampak nyaman. Tetapi sebentar kemudian, bukankah kita segera mengenali bahwa jalan lain itu hanya fatamorgana? Dan fitrah kita segera memanggil, kembalilah… kembalilah….

Dan kita segera tersadar, bahwa jalan lurus itulah satu-satunya jalan keselamatan….

Wahai diri, cobalah bebaskan dirimu dari keinginan-keinginan sesaat yang selalu menyelubungi.

Bukankah kita lahir telanjang, dan akan kembali dibangkitkan tanpa pakaian apalagi bintang-bintang kebesaran?

Bukankah kita lahir menangis, dan akan kembali tercekam dalam kubur yang sempit?

Bukankah kita, betapa pun kaya dan polulernya, tidak membawa seorang pun teman ketika menghadap-Nya?

Bukankah kita harus bertanggung jawab atas segala perbuatan, meski kita melakukannya karena terpaksa atas desakan orang lain? Mungkin atasan, mungkin juga teman atau anak isteri…?

Kembalilah, wahai diri. Jangan teruskan melangkah di jalan sesat. Jangan tutupi panggilan fitrah yang selalu menyeru.

Kalau tidak sekarang, kapan lagi akan kembali?

7 tanggapan untuk “Kapan Kembali ke Jalan Allah?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s