Keluarga

Keluarga itu solusi, sekaligus juga masalah.

Orang yang ingin segera memperoleh keluarga sempurna mungkin harus bunuh diri agar menemukan kesempurnaan di surga. Atau kesempurnaan di neraka, berarti sempurnanya siksaan.

Kesabaran dan komunikasi adalah masalah terpenting dalam hubungan, selain aqidah kokoh yang harus dipegang teguh tiap pribadi. Bukankah banyak orang yang satu aqidah menjadi musuh hanya karena salah menangkap sinyal komunikasi, dan saling tidak sabar untuk menenangkan diri sebelum mengambil tindakan?

Kesabaran yang tulus adalah kesabaran yang memancarkan cinta. Jangan sampai engkau menerapkan kesabaran egois, yang memberi kesan kepada orang yang kau cintai, “Lihat aku sudah sabar menyikapimu. Kurang apa lagi?” Karena kesabaran jenis ini memberi kegagalan komunikasi yang mungkin sama parahnya dengan ketidaksabaran.

Bersyukurlah jika engkau masih memiliki keluarga, sesulit apa pun masalah di dalamnya. Satu-satunya yang tidak terbeli dan selalu menjadi sesal adalah jika kita tidak punya lagi orang yang bisa kita cintai.

Kemarahan, pertengkaran dan kegaduhan adalah ekspresi yang wajar dalam keluarga. Bersabarlah. Kita bukan Nabi yang keluarganya tenang dan nyaman, karena kita memang belum sanggup beramal seperti Nabi yang all out di jalan Allah.

JIka ada salah satu yang menyebalkan dalam keluarga, pandanglah tangan kiri dan kananmu. Mereka sedarah sedaging dengan kita, sama seperti kedua tangan kita. Memenangkan satu anggota sambil mengalahkan yang lain seperti menebas satu tangan dengan tangan lainnya. Itu mengerikan dan semua orang menyalahkan, tak peduli kita bilang keduanya adalah tanganku sendiri.

Karena itu bersabarlah dan perbaiki komunikasi. Cobalah memahami bahwa setiap individu berbeda dan sebuah keluarga yang baik adalah keluarga yang memanfaatkan setiap potensi yang berbeda, sambil meredam pengaruh negatif dari perbedaan tersebut.

Islam sudah mengatur dengan tegas. Anak harus berbakti pada ibu dan ibu harus taat kepada suami. Jika engkau percaya kepada Allah, terapkanlah hirarki ini secara utuh. Dan kamu pasti akan memperoleh kebahagiaan tidak lama lagi.

Percayalah. Sekuat apa keyakinanmu, sebesar itulah jaminan kelangsungan keluargamu. Bahagia dunia, bahagia akhirat. Atau tidak keduanya.

8 tanggapan untuk “Keluarga”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s