Hidup Sederhana

getekanHidup sederhana itu enak, tetapi bahkan hidup sederhana itu sendiri juga perlu perjuangan untuk mempertahankannya.

Jadi begini.

Awalnya aku memang orang yang sederhana (kata orang begitu). Kemudian banyak yang memuji dan aku mulai belajar bagaimana biar tetap sederhana. Nah, ternyata kemudian aku jadi rumit. Nulis yang dulunya asal keluar jadi ribet. Ngomong yang dulunya santai dan humoris sekarang menjadi belibet. Bahkan mengelola keluarga yang tadinya simpel juga ikut-ikutan runyam. Belum lagi hubungan dengan teman dan kerabat…. kok jadi tidak seenak dulu.

Oleh karena itu mulai sekarang mau mulai kembali ke pola fikir yang sederhana sajalah. Sudah banyak orang-orang yang cerdas dan terbiasa berfikir sistemik-sistematik. Biarlah aku hidup dan mempersembahkan sebuah warna yang simpel-simpel saja.

Apalagi digelitik oleh mention @pettarosetta yang tumben-tumbennya negur lewat twitter:

“Why so serious bapaaaaak?”

Iya. Hidupku terlalu serius. Tidak enak.

Welcome back sederhana.

7 tanggapan untuk “Hidup Sederhana”

  1. “Why so serious bapaaaaak?”

    hehe…ane kira ane doang yang ngerasa kayaknya pak Didi kok gak sesederhana biasanya😀

    Biasanya nanggapin komentar ane dengan becanda, tapi belakangan kok jadi agak-agak…….sensi ~_~

    *jadi tatut komen -_-a

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s