Ada Saatnya Menyendiri

Menyendiri bukan pelarian. Rasul shalallaahu ‘alaihi wasallaam pun perlu menyendiri. Untuk merenung, untuk menghadap kepada Yang Mutlak. Dunia ini terlalu nisbi. Membiasakan diri selalu bersamanya membuatmu terombang-ambing dalam ketidakpastian… dan itu membuatmu lelah.

Karena itu engkau perlu suatu saat. Untuk menyendiri.

Menyendiri bisa memberi manfaat, tetapi tidak harus begitu. Ada kalanya menyendiri hanya perlu kau lakukan untuk kesendirian itu sendiri. Dengan melupakan efisiensi, efektifitas, tujuan dan sarana. Menyendiri ya menyendiri saja. Membiarkan dirimu bebas dari orang lain, membiarkan dirimu menjadi dirimu sendiri, mungkin juga sekedar untuk menemukan bahwa kamu telah terlalu takut untuk menjadi diri sendiri. Sehingga menyendiri yang tidak perlu alasan pun kemudian kamu cari-cari dalihnya.

Mungkin banyak orang akan berteriak ketika kamu menyendiri. Tetapi kamu tahu, selalu bersama mereka kadang hanya mencipta kepalsuan dan kepura-puraan. Topeng di atas topeng, bahkan dalam hati yang telah dibalur lulur dan bedak topeng.

Mereka ingin kamu selalu bersama, tetapi mereka juga tidak mau menerimamu apa adanya. Kamu tahu itu, dan karena itu kamu berkompromi selama ini. Menjadi dirimu yang bukan dirimu, melainkan menjadi dirimu sebagaimana mereka mau. Kamu, yang bukan kamu, tetapi juga bukan mereka. Batinmu selalu berteriak tentang hal itu.

Karena itu sesekali pergilah menyendiri. Tak perlu selamanya, karena hanya orang terlalu kaya yang mempunyai kewenangan menyendiri selamanya. Tidak perlu terlalu lama juga, karena mayat pun bosan berlama-lama di kubur jika tidak ada malaikat bersamanya (semoga bukan untuk menyiksa melainkan untuk menemaninya).

Menyendiri adalah kebutuhan, seperti kamu membutuhkan toilet atau jari untuk ngupil. Ya, tidak seperti kebutuhan makan atau pakaian yang bisa dipamerkan. Melainkan kebutuhan yang harus kamu simpan rapat. Dilakukan, dipuaskan, tetapi tak perlu diketahui orang apalagi diteriaki dalam hingar bingar tepuk tangan.

Menyendirilah, sesekali, jika engkau memang membutuhkannya.

Semua orang perlu menyendiri, beberapa telah melakukannya hampir separuh usia. Jika kamu tidak pernah, jangan salahkan jika penyesalanmu di akhirat nanti adalah, mengapa selama di dunia tidak pernah menyendiri.

Apalagi ketika kamu gundah. Apalagi ketika kamu goyah. Dan orang-orang menolakmu, kecuali kamu datang dalam wajah yang mereka minta.

Ya. Kamu punya Tuhan. Atau kalau kamu terlalu jauh dengan-Nya, kamu punya dirimu sendiri. Yang akan kamu temukan dalam kesendirianmu.

5 tanggapan untuk “Ada Saatnya Menyendiri”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s