Hari-Hari Sunyi

Hari sunyi adalah hari minim dialog. Tapi jangan dikira hari sunyi berarti tiada komunikasi. Justru dalam sunyi, setiap insan berkomunikasi dengan Sang Pencipta dan dengan dirinya sendiri.
Kalau pada hari biasa selalu ada keributan dan kesalahfahaman (padahal dengan orang-orang yang seide), pada hari sunyi setiap diri merenung dan menghitung diri, sambil menangkap sinyal-sinyal firman Ilahi.
Dari mana kamu berasal? Dari air suci mulia? Atau dari air hina?
Di mana kamu berada? Di bumi dengan kehidupan hakiki? Atau di arena penuh tipu daya?
Apa yang kamu perbuat? Bersikap layaknya makhluk suci, atau terbawa menjadi kumpulan hina yang lebih hina dari ternak?
Ke mana kamu menuju? Negeri indah abadi, siksa abadi, atau sebuah tempat yang kau sebut Entah Berentah? (Kumpulan pikiran kacau dengan banyak muara bernama ‘entahlah’)
Hari-hari sunyi, malam-malam suci. Selamat i’tikaf wahai diri-diri, semoga tercapai kemuliaan hakiki. Menjadi khalifah sekaligus hamba. Menjadi manusia, saat manusia lain berusaha menegaskan bahwa kehidupan binatang adalah kehidupan yang sebenarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s