Kelas Bahasa Adalah Kelas Buangan?

Kelas bahasa adalah kelas buangan?

Saya tidak tahu apakah benar ada anggapan seperti itu, tetapi rasa-rasanya saya pernah mendengar ungkapan seperti itu. Mohon maaf kalau saya salah dengar.

Terlepas dari benar atau tidaknya, kemarin (Jumat, 1 April 2016) saya menyempatkan diri datang ke pertemuan orang tua murid kelas bahasa dan mengikuti obrolan di sana.

Menurut kesimpulan saya, kelas bahasa justru memiliki keistimewaan karena beberapa hal sebagai berikut:

1. Ayat Al Quran yang pertama turun adalah tentang membaca

2. Surat yang turun kedua adalah Al Qalam (Pena)

3. Arab dipilih sebagai tempat turunnya wahyu, salah satunya, adalah karena tingginya budaya syair.

Selintas saja kita langsung tahu bahwa kalau ada jurusan IPA, IPS dan Bahasa, maka kemampuan bahasa harus dinomorsatukan. Bukan karena jurusan lain tudak penting, melainkan karena begitu pentingnya “membaca, menulis dan mengemas pesan”.

Contoh kasusnya adalah dunia politik. Obama, Jokowi, Ahok, adalah contoh-contoh pemimpin yang diorbitkan melalui media massa. Mereka naik bukan karena ketokohan yang dibangun sejak lama, melainkan dengan penguasaan bahasa media yang membuat mereka mengorbit seperti superhero.

Kasus Ekonomi juga begitu. Para ekonom dan akuntan yang tidak bisa mengemas laporan mereka dalam bahasa yang bisa difahami, tertinggal menjadi kelas pekerja dengan penghargaan ‘sekedarnya’. Harus dobahasakan sedemikian rupa agar para investor dan pembuat kebijakan memahami analisa serta hitung-hitungan mereka.

Kasus IPA, di Indonesia sangat memelas gara-gara para ilmuwan tidak menguasai bahasa/komunikasi yang sesuai sehingga ada periset dihukum 7 tahun, penemu obat kanker harus ke luar negeri serta dijejalinya masyarakat dengan produk impor tak bermutu.

Oleh karena itu jurusan bahasa harus diberi perhatian yang besar agar dimasa mendatang umat manusia tidak lagi dikuasai tiran dan oportunis durjana yang menguasai bahasa media.

Terakhir, kita bisa melihat betapa sastra sebagai produk bahasa lebih teruji daripada temuan-temuan eksak dan sosiologi. Ilmu pengetahuan selalu mencipta temuan baru yang mengoreksi temuan sebelumnya sementara sastra tidak satu pun dikoreksi, bahkan selalu bertambah dari waktu ke waktu.

Bersyukurlah karena Allaah sudah mengilhamkan anak-anak kita untuk memilih jurusan bahasa. Ananda-ananda yang sudah memilih jurusan bahasa harus belajar keras dan penuh kesungguhan agar umat manusia tidak lagi dikuasai para tiran dan pemerintahan otoriter, gara-gara orang baiknya tidak menguasai bahasa/komunikasi dengan benar.

Oh ya berikut beberapa foto-foto ngobrolnya

image

image

image

2 tanggapan untuk “Kelas Bahasa Adalah Kelas Buangan?”

  1. mmmm….

    Realita di angkatan ane dulu seperti itu pak. Walau sebenarnya baru disadari sekarang kalau penguasaan bahasa harus lebih didahulukan daripada penguasaan IPA atau IPS..

    karena buku-buku kuliah yang mesti dipelajari, yang lebih berbobot adalah justru yang berbahasa asing ^o^’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s