Affandi, Nama Tokohnya

Kadang kehilangan berarti penemuan, dan kehilangan sesuatu yang besar berarti juga penemuan sesuatu yang jauh lebih besar. Sayangnya penemuan tidak selalu bermakna tergantikannya sesuatu yang hilang, atau terisinya ruang yang tercipta akibat kehilangan.

Seperti ketika ayah ibuku tiada. Aku lebih menyadari besarnya kasih sayang mereka dan pentingnya menyayangi mereka, tetapi itu terlambat.

Aku tidak bisa lagi membuatkan minum, memijat kaki serta membuat mereka bangga. Sekalipun aku sangat ingin, dan sekarang sangat mampu melakukannya.

Karena itu aku menjaga apa yang kumiliki sebaik mungkin. Hatta menjaga semua itu membuatku kehilangan banyak hal, misalnya kebebasan dan kedamaian hati.

Agak rumit menceritakannya, tetapi begitulah adanya. Pilihanku adalah hidup bebas bertabur inspirasi tetapi kehilangan dan kesepian, atau terkekang dalam ruangan 4×4 tetapi bersama cinta dan kasih sayang.

Seperti sudah terwujud kesetimbangan. Kalau aku menuntut kebebasan berlebih, berarti timbangan akan miring ke kiri. Kalau aku menuntut cinta dan kasih sayang tambahan, sebagai pemberat kebebasan yang bertambah, bisa jadi cinta dan kasih sayang itu malah hilang.

Ini seperti timbangan internal dan eksternal. Kalau internalku kutambah, aku makin ego dan karenanya orang-orang menjauh. Kalau aku lebih care ke orang-orang, mereka menuntut banyak dan kebebasanku berkurang.

Dalam tahap pergaulan normal, kebebasan dan empati tidak perlu bertabrakan. Tetapi ketika cinta dan kasih sayang melibatkan emosi berlebih, kita semua tahu apa yang terjadi. Tiba-tiba saja kisah cinta dua anak manusia bisa lebih dahsyat dari kisah heroik satu bangsa, bahkan tidak jarang menggulung sejarah umat manusia dalam satu masa.

Affandi, tokoh dalam kisah ini, memperoleh anugerah cinta berlimpah itu. Sayang, cinta berlimpah begitu juga berarti penjara. Ruang 4×4 harua dipilihnya demi cinta dan kasih sayang yang tak akan dilepasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s