Berteman itu Sederhana

teman

Konon, ada saatnya berteman itu terasa suliiiiiiiiiittttt banget.

“Aku kesepian” kata seseorang, “Aku tidak punya teman”

“Si A cuman datang kalau aku lagi banyak uang,” ujar lainnya lagi.

“Kalau lagi butuh sih ngaku teman, giliran aku yang butuh semua kabur,” yang ketiga ikut menimpali.

Dan masih ada banyak lagi keluhan seputar pertemanan, yang membuatku makin terheran-heran.

Kok bisa sih orang jadi begitu ribet?

Padahal bagi orang-orang di sekitarku, berteman itu ya sederhana sekali.

Contohnya siang-siang. Si A (ibu-ibu) pengen ngerujak, dia datang ke rumah si B ngajakin ngerujak. Jadilah mereka ngerujak sambil ngerumpi (semoga rumpinya baik bukan ghibah).

Ada lagi si B (pemuda). Malam kesepian dia jalan keluar rumah, nongkrong bareng teman-temannya sesama jomblo tanpa modal. Konon katanya mereka menyedu kopi secangkir buat semua orang. Alasan kerennya: biar gak sampai dingin, karena kopi dingin engga enak. Alasan kere-nya: ya emang cuman bisa beli kopi sesachet, mau gimana lagi.

Kalau Anda, salah satu dari sedikit banget pengunjung blog ini, termasuk yang bagaimana masalah pertemanan?

Semoga sih termasuk yang simpel ya. Aamiin….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s