Berdamai Dengan Diri Sendiri

Ahmed, sebut saja namanya begitu, pandai berdiplomasi dan membuat hitung-hitungan. Bisnis, politik, pertemanan bahkan spiritualitas tidak menjadi masalah besar baginya.

Tetapi ia punya masalah justru dengan dirinya sendiri.

Ketika ia masuk ke sebuah lingkungan, ia mengukur bahwa dirinya harus memberi sumbangsih dalam ukuran tertentu. Ketika ukuran tersebut tidak dapat dicapai, ia kecewa dan menuduh dirinya sendiri dengan macam-macam tuduhan. Bahkan tidak jarang kutukan.

Wajar kalau Ahmed kemudian menderita. Karena semua orang memerlukan kenyamanan, ketenangan dan rasa damai.

Dan kedamaian paling asasi, akar dari seluruh perdamaian di muka bumi, adalah ketika seseorang bisa berdamai dengan dirinya sendiri.

3 tanggapan untuk “Berdamai Dengan Diri Sendiri”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s