Masalah

Apa yang tampak sebagai masalah seringkali bukanlah masalah ketika kita tidak sedang bermasalah. Misalnya anak berantem. Kalau kita sedang baik, itu bisa menjadi sarana menerangkan kerukunan. Tapi kalau kita (ortu) juga sedang bermasalah, wah berabe…. rumah seperti pecah.

Masalah baru menjadi masalah ketika kita mengambilnya sebagai masalah. Misalnya tidak punya televisi. Bagi beberapa orang ini sama sekali bukan masalah, bahkan ada yang sengaja menghindari televisi karena efek sampingnya. Tetapi ketika kita menganggapnya masalah, tiba-tiba sekeluarga harus beli satu pesawat untuk setiap anggotanya.

Kita tidak harus menyelesaikan semua masalah karena banyak masalah selesai dengan sendirinya. Fokuslah pada masalah yang perlu diselesaikan saja sambil belajar menikmati masalah-masalah ‘kecil’ yang akan selesai dengan sendirinya.

Masalah kecil bisa berpotensi menjadi masalah besar jika kita tidak pandai mengatasinya. Tetapi tidak semua masalah kecil harus diawasi ketat sebagaimana batu kerikil tidak perlu dihitung ketika kita berjalan.

Orang yang visi hidupnya jelas tahu betul apa yang harus dikejar.

Orang yang masih berkutat dengan masalah-masalah kecil harus belajar membuat visi hidup yang jelas agar tidak seperti itu terus-menerus.

Satu tanggapan untuk “Masalah”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s