Keagungan Nabi Muhammad SAW

Yang paling berat ketika kita ingin menuliskan keagungan akhlak Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam adalah… beliau lebih banyak bertindak daripada berkata. Artinya kalau kita menulis terlalu banyak, akan menjadi paradoks: kok kamu tidak seperti Nabimu sih, ngomong melulu?

Sementara kalau kita tidak mencatat keagungan beliau, rasanya ingin sekali, seandainya mampu, mengisi semua ruang yang bisa ditulisi, dengan budi pekerti beliau saja.

Lagi siapakah makhluk yang lebih layak dicatat, diingat, dicinta dan dirindu melebihi beliau?

Tetapi kembali ke alinea pertama. Beliau hidup untuk kehidupan, bukan untuk sekedar sastera, pemikiran apalagi beberapa kepentingan sesaat. Beliau memanusiakan manusia sepanjang zaman, menjadi puncak akhlak sepanjang peradaban, dan membuka hati kawan maupun lawan tanpa batasan-batasan.

Karena itulah beliau berbuat, tidak hanya mencatat.

Beliau memberi teladan, bukan hanya kenangan.

Beliau tampil di semua ruang kehidupan, bukan hanya khayalan.

Dan ketika langit malam usai tarawih ini dihiasi beberapa bintang, aku teringat bahwa sebagian bintang tersebut mungkin sebenarnya sudah mati. Sudah tiada. Kita hanya melihat cahayanya yang baru sampai, terlambat beberapa juta tahun, seperti kita melihat sebuah siaran ulang.

Tetapi apa bedanya siaran ulang dengan siaran langsung, jika kedekatannya sama-sama begitu terasa?

Dengan menunduk, dengan hati tergetar, dengan terbata, bibir ini pun akhirnya berucap…

Allaahumma shallii ‘alaa Muhammad. Wa’alaa aali Muhammad….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s