Dosa

Kadang aku berfikir bahwa hidup tak lebih dari mengumpulkan dosa. Menambah, menumpuk, mengikat, membuat pos baru, terus sampai bergunung-gunung dosa.

Tak terelakkan. Apalagi dosa-dosa yang tak disengaja.

Karena itu harus punya rem yang kuat. Agar memininalisir dosa. Agar mengurangi dosa. Syukur-syukur bisa menihilkannya… sesuatu yang sangat tidak mungkin.

Juga harus punya amal shalih yang kuat. Agar bisa mengimbangi dosa. Agar di timbangan tidak langsung miring kiri, agar di titian tidak langsung terjerumus.

Amal shalih ini harus digas kuat-kuat. Sambil ngerem dosa. Soalnya setan liehay banget. Kita lagi ngegas amal shalih bisa langsung kena dosa yang lebih besar, misalnya riya. Kita lagi mau ibadah malah jadi syirik karena dosa fatal: kebodohan.

Kalau cuman pakai amal sendiri, bisa putus asa jadinya. Untunglah Allaah Maha Pengasih, Maha Penyayang dan menciptakan manusia untuk menjadi pemenang; selama manusia tersebut tidak menolak.

Disediakanlah ampunan yang menghapus dosa segunung selangit pun, tinggal kitanya mau istighfar atau engga.

Disediakanlah amal-amal bonus, tinggal kita maruk atau tidak.

Direntang jalan ke surga, dipagar batas-batas nerakanya, dibelai kita dengan ayat dan tuntunanNya.

Penuh kasih, penuh sayang.

Eh masih nolak juga? Ya sudah, orang yang tetap menolak itu saja yang dimasukkan ke dalam siksa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s