Diam

Pada masa kemudahan bicara, menulis, meng-aplod dan mem-viral apa pun, diam tetap pilihan paling mulia. Sekaligus paling berat, sebagaimana pada masa dahulu-dahulu begitu juga.

Orang-orang bijak terus beramal dalam diamnya, meski lingkungan hingar-bingar oleh berbagai suara.

Seperti pengembara yang menuju sebuah kota. Melewati pasar atau hutan sama saja, fokusnya adalah berjalan menuju tujuannya.

Satu tanggapan untuk “Diam”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s