Pailit

Seseorang menunjukkan cara menghitung laba rugi serta neraca dan hasilnya… perusahaanku bisa disebut pailit.

“Masa sih pailit?” protesku. 

“Tidak sampai pailit; belum kok.”

“Tapi lihat… rasio kerugian sampai 600% dari aset. Apa aku seboros itu?”

“Ini hanya salah satu metode pelaporan. Kamu bisa saja membuat laporan laba sambil mengakui utang dalam jumlah besar… tetapi apa gunanya. Yang jelas ini laporan keuangan perusahaanmu. Kamu bisa lihat tidak ada yang samar sedikit pun dalam angka utang, piutang serta pendapatan dan beban-bebanmu.”

Aku termangu, mencoba berfikir lebih tenang.

“Yang jelas setelah ini kamu akan lebih fokus pada efisiensi dan efektivitas… apa pun visi misi perusahaanmu. Jadi kenapa kamu tidak berterima kasih?”

“Yeah… betul juga. Terima kasih.” Nada suaraku kudengar mengambang di telingaku sendiri.

Mungkin seharusnya begitulah lapiran disusun. Yang memotivasi, mendorong kerja keras dan efisiensi, bukan yang mengaburkan dan mengelabui.

Iklan

4 tanggapan untuk “Pailit”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s