Ikut Mencontreng Atau Tidak? (Catatan Buat Pemilih Golput)

X: Mencontreng? Kamu akan terlibat dalam sistem kuffar.

Y: Kalau tidak mencontreng, aku tidak keluar dari sistem kuffar. Apakah kamu tidak membuat KTP di negeri kuffar, surat nikah, akte kelahiran, atau sertifikat tanah di negeri kuffar tersebut?

X: Tapi aku tidak terlibat aktif.

Y: Nah itu masalahnya. Kamu merasa dengan tidak terlibat kamu sudah berbuat kebaikan. Dulu aku juga ingin cuci tangan sepertimu. Tetapi sekarang tidak bisa. Aku harus ikut berperan dalam perbaikan ummat ini. Lanjutkan membaca Ikut Mencontreng Atau Tidak? (Catatan Buat Pemilih Golput)

Iklan

Kepada Para Kader Dakwah: Foke atau Jokowi?

Karena permintaan dari salah satu pengurus fimadani.com, saya menulis sebuah tulisan tentang kegalauan (beberapa) kader dakwah dalam menyikapi keputusan jamaahnya dalam pemilukada (klik di sini). Tadinya hanya ingin membuat link saja ke tulisan tersebut tetapi karena server fimadani beberapa kali tidak bisa diakses, saya salin ulang isi tulisannya di bawah ini.

Selamat membaca dan jangan lupa tinggalkan komentar ya?

Kader Galau dan Pemilukada

Aku tidak mau memilih. Kalau memilih adalah hak, aku merelakan hakku kulepas saja,” Lanjutkan membaca Kepada Para Kader Dakwah: Foke atau Jokowi?

Sepetak Lahan

Allah menciptakan kita kemudian memberi sepetak lahan. Dalam lahan itu kita bebas menanam, memetik, mencangkul, menggali, mengudara atau melakukan apa pun. Lahan itu bernama MUBAH/HALAL. Meski hanya sepetak, luasnya tidak terkira sehingga andai manusia terkaya berusaha menikmati semua yang ada di area mubah/halal itu, niscaya usianya habis sebelum semua dicicipinya.

Di pinggir-pinggir lahan dipasang pagar bernama HARAM. Sedikit ke tengah dipasang pula pengaman-pengaman lembut bernama MAKRUH. Allah melarang kita melanggar pagar haram dan menganjurkan kita tidak bermain terlalu banyak di area makruh. Tujuannya untuk Lanjutkan membaca Sepetak Lahan

Cinta Tidak Selalu Jodoh

Orang sering bertanya tentang cinta dan jodoh. Sebagian besar diskusi saya melalui chatting dengan teman-teman (teman dunia nyata yang lebih senang mengobrol melalui dunia maya) adalah seputar cinta dan perjodohan, atau jodoh dan percintaan.

Pertama, apakah jodoh itu?
Menurut saya, perjodohan ibarat puzzle. Bagian A berjodoh dengan B, B dengan C dan F, C dengan X dan seterusnya. Pasangkanlah A dengan C, maka Anda akan memperoleh banyak bagian yang ‘tidak nyambung’ alias bermasalah.

Kedua, apakah jodoh harus dicari atau datang sendiri? Lanjutkan membaca Cinta Tidak Selalu Jodoh

Makna Sederhana

Kemarin* ustadz Tohri Tohir menguraikan materi “Hidup Sederhana dalam Pandangan Islam” dengan sangat memikat. Beliau mengambil terminologi ‘qana’ah‘ (menerima apa adanya) sebagai acuan sederhana dalam konsep Islam.

Tulisan di bawah adalah apa yang saya ingat dari pembicaraan beliau, tentu saja dengan tambah-kurang di sana-sini. Maklum, memory saya belum Pentium kayak Imam Syafi’i, Ibn Taimiyah dan ulama-ulama Islam.

Menurut beliau, sederhana bukan tentang materi tertentu (lauk tempe, mobil 80-an, rumah sederhana dsb). Lanjutkan membaca Makna Sederhana

Ups, Am I Cheating…?

Aku membuat quote di WordPress (site1!)

Okey, it is good. Semua orang juga bisa membuat blog dan quote.

Kemudian, karena awal blogku adalah multiply, aku membuat sebuah quick note di multiply (site2!) untuk memberitahu bahwa sekarang aku nulisnya di wordpress

Okey, sampai di sini masih not bad. Aku memberi tahu teman-teman di MP bahwa aku sekarang pindah, hal yang sangat wajar.

Tapi kemudian (dengan pengecut?) Lanjutkan membaca Ups, Am I Cheating…?

Introvert Narcissus

Bagaimana kalau ada seorang yang narcis, bahkan exhibisionis, tetapi introvert ya?

Narcissus, aslinya adalah nama tokoh dongeng Yunani yang sangat mengagumi diri sendiri. Sebagai orang yang tampan (atau mungkin cantik ya? Soalnya menurut saya, pria mana sih yang tertarik pada ketampanan?), ia kemudian terlalu berlebihan mengagumi diri sendiri. Begitu berlebihannya, sampai-sampai ia jatuh cinta pada diri sendiri. Tiap hari kerjanya hanya bercermin di tepi danau, memandangi diri sendiri tercinta.

Image
Narcissus yang setiap hari tidak pernah ke kantor, kerjanya hanya mengagumi bayangan dirinya di tepi danau. Dalam gambaran Caravaggio, terlihat Narcissus sebenarnya tidak ganteng-ganteng amat ya?

Narcissus ini tidak exhibis sehingga cintanya pada diri sendiri tidak diceritakan kepada semua orang apalagi sampai ke teman-teman di dunia maya segala. Ia hanya jatuh cinta pada diri sendiri sehingga merasa ‘keterpuasan yang membebaskan’ setiap kali memandangi keelokan diri sendiri di tepi danau. Tindakan ini berbeda dengan kebiasaan temanteman saya yang mengagumi diri sendiri kemudian memajang foto untuk dilihat orang lain. Tetapi entah bagaimana, kebiasaan memajang foto diri di berbagai media (terutama media maya) kemudian disebut sebagai kebiasaan narsis. Saya sendiri lebih suka menyebut kebiasaan itu sebagai ‘setengah exhibisionis’: suka memamerkan diri kepada orang-orang, tetapi bukan dengan memamerkan aurat. Lanjutkan membaca Introvert Narcissus

Blog Baru…?

Alhamdulillaah aku punya blog baru. Hehe, iya ngaku, sudah pernah juga sih membuat beberapa akun di wordpress dan blogspot sebelum ini (dan hampir semuanya tidak terurus), tetapi dampak pengusiran dari MP insya Allah membuat blogku yang ini jadi berbeda.

Inilah blogku yang sebenarnya, sebagai pengganti dari blog sebenarnyaku yang sebelumnya di multiply (http://didisederhana.multiply.com)

Terus dalam blog ini aku mau ngapain ya?

Mmmm…. Lanjutkan membaca Blog Baru…?

Melupakan Yang Terpenting

Seorang guru menguji muridnya ilmu hitung. “Cobalah menghitung.”

Sang murid dengan bangga menghitung, “Empat, lima, enam…. seratus…. seribu….” dan seterusnya sampai bilangan yang sangat besar.

Orang-orang terkesan kepada kesungguhan dan kepandaiannya, tetapi gurunya tetap mengujinya berhitung setiap kali ia datang.

Ya, orang itu melupakan bilangan-bilangan awal. Satu, dua, tiga.

Meskipun ia bisa menghitung sampai milyaran atau bahkan yang jauh lebih besar lagi, gurunya tetap menganggap pencapaiannya belum cukup.

Amin, jangan lupa dengan yang terpenting meskipun sedang mengejar banyak hal-hal penting ya?